Kita tahu proses
membuat suatu produksi barang, sangat ditentukan komposisi bahan yang
bisa berbentuk rumus, misalnya membuat kue, dengan resep yang ada
kemudian ikuti cara porses yang ditentukan, secara mudah akan
menghadilkan kue yang diinginan. Diperusahaan plastic misalnya, dengan kompsisi biji plastik tertentu masuk dalam bentuk mould yang diinginan, maka
jadilah panci, ember pipa dan lain-lain – Proses pabrikan sangat
monoton dan didukung dengan mesin teknologi, jadilah apa yang diingnkan.
Bagaimana dengan proses kehidupan ?
Tidak demikian simple-nya seperti proses barang pabrikan, sangat
ditentukan oleh berbagai unsure untuk mencapai satu hasil yang
diinginkan. Pada dasarnya ada dua pokok dasar yang sangat signifikan
dalam mencapai tujuan atau hasil yang akan diraih. Yaitu :
1. Interposonal harus baik à
Hubungan dengan pihak kedua dst. Sangat menentukan proses itu sendiri.
Karena pengendalian proses itu bukan ditangan anda melainkan ada pada
orang lain – Misalnya butuh suatu bantuan — Sangat
tergantung pada kerelaan, kemauan, keseriusan, kesungguhan hati
seseorang. Apakah bisa memenuhi harapan? Sangat tergantung dari hubungan
antara personal anda dengan orang yang diminta bantuan. Kita tidak bisa
lepas dari kehidupan social dan bermasyarakat, tidak
mungkin kita bisa hidup tanpa orang lain, bahkan orang lain bisa menjadi
penghambat maupun pelancar proses hidup kita – Jika hubungan personal
tidak baik, kemungkinan bantuan yang diminta akan mengecewakan, bahkan
bisa juga hancur karena hubungan interpersonal yang jelek. Interpersonal
merupakan satu skill yang harus dimiliki, untuk mendukung kelancaran
proses. Banyak orang gagal karena belum memiliki skill ini. Sulit
bersosialisasi ataupun berkomunikasi dengan orang, pendiam, malu dan
sangat pasif mapun angkuh dalam kehidupan yang selalu membuat orang
tidak suka. Kemampuan interpersonal bukan diperoleh dari bangku sekolah,
ataupun anda memiliki pendidikan tinggi. Banyak pengusaha yang
berhasil, hanya memiliki pendidikan sekolah dasar. Namun kemampuan
interpersonal mereka baik, tidak heran banyak teman, banyak informasi
sehingga memudahkan proses itu sendiri. Zaman order baru pengusaha
terkenal Lim Sioe LIong, hanya memiliki pendidikan dasar. Orang tua
penulis hanya menikmati pendidikan dasar belum lulus, namun dia menjadi
pegusaha sukses, beda dengan saya yang lebih banyak menikmati sekolah,
kenyataan tidak sesukses beliau – Skill interpersonal berpegang peran
dalam proses.
2. Intra personal à skill ini sering tidak diperhatikan, bahkan mentoreransikan diri karena merupakan
hak patent ( sifat / tabiat ). Kesadaran akan kelemahan diri ( self
awareness ) hampir tidak ada. – Tanpa dikendalikan dengan baik, maka
akan menyulitkan diri dalam proses, misalnya sifat malas, ceroboh,
minder, suka iri hati, buat gossip, pemarah, otoriter, angkuh, suka
putus asa, tidak ulet, bukan pendengar yang baik, mau menang sendiri – Ini
semua penghambat diri dalam proses berjalan – Pepatah yang mengatakan
musuh terbesar adalah diri sendiri sangatlah tepat ! karena dia yang
menguasai kehidupan kita – Jika seorang memiliki intra personal baik,
kebanyakan interpersonal akan baik juga à Intra personal bisa diperbaiki dengan beberapa langkah yaitu :
a. Pengenalan diri ( self awareness
), yaitu mengenal emosi negative apa yang dimiliki – Misalnya saya suka
marah, suka minder, suka iri hati yang tidak pada semestinya, suka buat
gossip, suka putus asa, kurang ulet, suka bingung, rasa takut dan lain-lain. Pengenalan diri ini semestinya mudah, asal kita ada niat untuk memperbaiki diri, siap untuk merubah diri sendiri.
b. Maknailah emosi negative itu dengan jelas,
bagaimana datangnya, apa saja yang mudah menyulut api emosi itu,
misalnya suami pulang terlambat, appointment yang meleset, terganggunya
emosi jika melihat orang lebih baik dari kita, saat mengalami kesulitan,
saat melihat tampang yang seram atau terbayang masa lalu dan lain-lain.
c. Kendalikanlah dengan baik,
misalnya tarik napas panjang, untuk menenangkan diri, lakukan self talk
untuk tidak menuruti emosi itu, menyingkir dari objek penyebab, jika
anda mudah dipicu marah, gerakan tubuh yang terbaik yaitu melipat kedua
tangan anda, seperti anak manis mendengarkan gurunya mengajar –
Kesadaran ini akan memudahkan anda melakukan perubahan dari pada anda
dipaksa untuk melakukan, hasilnya pun akan kelihatan – Perasaan nyaman
akan dirasakan saat anda berhasil mengatasi diri sendiri. Tentu masih banyak cara, yang tidak mungkin diungkapkan dalam tulisan ini.
Jika ketiga nya bisa
dikuasai, maka anda pasti tidak akan mengkambinghitamkan nasib buruk.
Karena semua itu ada ditangan anda. Anda yang menentukan apakah saya
mampu mengatasi semua proses berjalan, keberhasilan dalam proses (
sesulit apapun ), akan membawa anda lebih sukses, karena proses itu
endiri mampu pemberi spirit, motivasi kuat pada diri
sendiri untuk melangkah lebih mantap – Ibarat perjalanan laut, kapal
akan mengalami banyak halangan dari arus, gelombang, angin kencang,
namun yang pasti ia akan menuju sasaran, tujuan akhir ! à
Manakah yang membawa kenangan manis ? tujuankah atau proses itu sendiri
? Anda tentu bisa menjawabnya, bukan ? Jangnlah menghindar dari
masalah, hadapilah dengan penuh keyakinan, tentu ada jalan keluarnya,
hanya waktu bisa berbeda, itu sebab nya butuh keuletan, ketabahan,
kesabaran semua ini akan melahirkn pengalaman hidup yang luar biasa !